Wakil Rektor UPR Ajak Mahasiswa Hilangkan Dikotomi Industri Sawit dan Lingkungan Lewat Pendekatan Ilmiah

Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya bekerjasama dengan GAPKI Kalimantan Tengah menggelar kuliah umum sawit berkelanjutan. Acara ini mendorong mahasiswa melihat industri sawit secara ilmiah, seimbang antara manfaat ekonomi dan aspek lingkungan.

BERITA

Arsad Ddin

8 Juli 2025
Bagikan :

Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya bersama GAPKI Kalimantan Tengah menggelar kuliah umum sawit berkelanjutan di Aula Rahan Kantor Rektorat UPR pada Kamis (19/06/2025). (Foto: Dok. UPR).

Palangka Raya, HAISAWIT – Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR) bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Tengah menggelar kuliah umum bertema sawit berkelanjutan, Kamis (19/6/2025).

Acara ini diikuti ratusan mahasiswa dan digelar di Aula Rahan Kantor Rektorat UPR. Tujuannya, memperkuat pemahaman generasi muda tentang industri sawit dari sudut pandang sains, teknologi, serta keberlanjutan.

“Mari kita hilangkan dikotomi antara lingkungan dan industri, dan mulai mengedepankan pendekatan solusi yang berbasis pada sains dan teknologi serta nilai-nilai keberlanjutan,” ujar Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UPR, Drs. Darmae Nasir, dikutip dari laman UPR, Selasa (08/07/2025).

Kuliah umum ini diharapkan membuka wawasan mahasiswa agar mampu menilai industri sawit secara lebih utuh, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan yang saling berkaitan.

“Mahasiswa Fakultas Pertanian sebagian besar mempelajari sektor kelapa sawit, sehingga ketika mendapatkan ilmu yang diaplikasikan secara langsung seperti dalam kegiatan Kuliah Umum ini tentu mahasiswa akan sangat senang sekali,” tutur Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Wahyudi, MP., IPU.

Menurut Prof. Wahyudi, pemahaman praktis di lapangan dapat membantu mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti.

Sementara itu, Ketua GAPKI Kalimantan Tengah, Syaiful Panigoro juga menyampaikan pentingnya kerjasama antara kampus dan industri.

“Adanya kuliah umum ini merupakan wujud partisipasi GAPKI di dalam dunia kampus, khususnya di Perguruan Tinggi UPR. Kita berharap ke depan adanya kerjasama-kerjasama yang lain terbangun,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, dalam kegiatan ini juga dilakukan serah terima hasil kerja rehab Gedung ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) dari GAPKI kepada pihak UPR.

Sinergi seperti ini, menurut pihak kampus, dinilai strategis untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas industri sawit yang menjadi sektor unggulan di Kalimantan Tengah.

Acara ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan membangun narasi positif mengenai kontribusi sawit bagi perekonomian dan lingkungan.

Kuliah umum ini sekaligus menegaskan pentingnya pemahaman ilmiah agar mahasiswa lebih siap terlibat di sektor perkebunan kelapa sawit secara konstruktif dan seimbang.***

Bagikan :

Artikel Lainnya