Bupati Bengkalis Resmikan Pengurus ASPEKPIR, Targetkan Sinergi Petani dengan Pemerintah dan Perusahaan Sawit

Pelantikan pengurus ASPEKPIR Bengkalis digelar di Gedung Daerah Datuk Laksemana Raja Dilaut. Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap kepengurusan ini mampu memperjuangkan hak petani sawit dan membangun sinergi dengan mitra usaha.

BERITA

Arsad Ddin

11 Juli 2025
Bagikan :

DPD ASPEKPIR Kabupaten Bengkalis melaksanakan pengukuhan kepengurusan periode 2025–2030 di Gedung Daerah Datuk Laksemana Raja Dilaut, Kamis (10/07/2025). (Foto: Prokopim Bengkalis).

Bengkalis, HAISAWIT – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (ASPEKPIR) Indonesia Kabupaten Bengkalis periode 2025–2030 resmi dikukuhkan pada Kamis (10/07/2025).

Acara pengukuhan digelar di Gedung Daerah Datuk Laksemana Raja Dilaut, dengan dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh organisasi petani sawit.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, Andris Wasono, hadir mewakili Bupati Bengkalis untuk meresmikan kepengurusan baru tersebut.

“ASPEKPIR harus menjadi kekuatan kolektif yang memperjuangkan nasib dan hak-hak petani sawit, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah, stakeholder, dan organisasi lain seperti APKASINDO,” ujar Andris, dikutip dari laman Prokopim Bengkalis, Jumat (11/07/2025).

Andris juga menyampaikan selamat kepada ketua dan seluruh jajaran pengurus yang telah resmi dikukuhkan. Kepengurusan baru diharapkan mampu bekerja profesional membangun perkebunan sawit yang lebih berkelanjutan.

Kabupaten Bengkalis tercatat sebagai salah satu daerah sentra sawit terbesar di Provinsi Riau dengan luas kebun mencapai 379.546 hektare.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi titik awal komitmen untuk memajukan dan mensejahterakan petani sawit di Negeri Junjungan,” kata Andris.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan instansi seperti BPN Bengkalis, DPMPTSP, hingga Dinas Perkebunan, serta sejumlah pimpinan ASPEKPIR tingkat pusat dan provinsi.

Dalam kesempatan itu juga disebutkan berbagai tantangan yang masih dihadapi petani sawit, mulai dari fluktuasi harga hingga belum optimalnya Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.

Berdasarkan data, DBH Sawit Bengkalis pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp19,5 miliar, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp22,1 miliar.

Dengan adanya kepengurusan baru ASPEKPIR, Andris menyampaikan harapan terciptanya sinergi lebih baik antara petani, pemerintah, dan perusahaan sawit demi mendukung keberlanjutan industri sawit di Bengkalis.***

Bagikan :

Artikel Lainnya