Kelapa Sawit Jadi Inspirasi Maskot MTQ XLV Kaltim, Angkat Nilai Ekonomi dan Syiar Islam

Pembukaan MTQ XLV Tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Sangatta menjadi sorotan karena kehadiran maskot Ella dan Guin yang terinspirasi dari kelapa sawit, melambangkan harmoni nilai dakwah Islam dan kekuatan ekonomi lokal.

BERITA

Arsad Ddin

15 Juli 2025
Bagikan :

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Foto: Setda Kaltim)

Sangatta, HAISAWIT – Warna-warni kembang api mewarnai langit Sangatta saat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur resmi dibuka pada Minggu malam, 13 Juli 2025.

Acara tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, dengan dihadiri ribuan masyarakat yang antusias menyambut lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud memukul bedug sebagai tanda dimulainya MTQ XLV Kaltim. Momen ini juga menegaskan pentingnya harmoni antara syiar Islam dan pembangunan daerah.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur beserta seluruh jajaran dan masyarakatnya, yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tahun ini dengan penuh semangat, kerja sama, dan keramahan," ujar Gubernur Rudy Mas'ud, dikutip dari laman Setda Kaltim, Selasa (15/07/2025).

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman memperkenalkan maskot MTQ berupa Ella dan Guin yang terinspirasi dari kelapa sawit. Maskot ini menjadi simbol sinergi nilai dakwah Islam dan potensi ekonomi lokal.

"Maskot ini melambangkan nilai-nilai dakwah Islam dan kekuatan ekonomi lokal Kabupaten Kutai Timur," kata Ardiansyah dalam sambutannya.

MTQ tahun ini diikuti 430 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Mereka akan bertanding dalam delapan cabang musabaqah yang terbagi ke dalam 50 golongan lomba.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim Sri Wahyuni menyebutkan, ajang ini menjadi yang pertama menghadirkan dewan hakim nasional sebanyak 22 orang beserta panitera nasional.

"Berbeda dengan MTQ sebelumnya, kali ini adalah MTQ perdana yang menghadirkan dewan hakim nasional sebanyak 22 orang dan panitera nasional," ungkap Sri Wahyuni.

MTQ XLV Kaltim juga digelar di 11 venue perlombaan yang disiapkan sesuai standar musabaqah nasional. Sejumlah cabang seperti Tilawah, Hifzil Qur’an, Kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an menjadi bagian dari lomba.

Selain Gubernur dan Bupati, acara pembukaan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, serta jajaran Forkopimda dan undangan lainnya.***

Bagikan :

Artikel Lainnya