Dirjen Perkebunan menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak modernisasi sawit. Melalui disiplin, sikap kritis, dan kreativitas, mahasiswa diharapkan mampu membawa perubahan nyata di industri sawit nasional.
Arsad Ddin
8 Juli 2025Dirjen Perkebunan menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak modernisasi sawit. Melalui disiplin, sikap kritis, dan kreativitas, mahasiswa diharapkan mampu membawa perubahan nyata di industri sawit nasional.
Arsad Ddin
8 Juli 2025
Medan, HAISAWIT – Kementerian Pertanian mengajak mahasiswa Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan terlibat aktif dalam mendorong modernisasi perkebunan kelapa sawit. Peran generasi muda dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sawit nasional.
Kuliah umum bertema "Peran Industri Perkebunan dalam Membangun Kemandirian Bangsa" digelar di kampus ITSI Medan. Acara ini menghadirkan Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, dan Brigjen Arif Hendro Djatmiko sebagai pembicara.
Pada kesempatan itu, Heru Tri Widarto menyampaikan bahwa kelapa sawit menjadi tulang punggung ekonomi bangsa. Generasi muda diharapkan dapat melihat peluang besar yang masih bisa dikembangkan melalui inovasi dan teknologi.
Heru juga mengingatkan pentingnya mahasiswa memiliki sikap kritis terhadap kondisi lapangan. Menurutnya, kemajuan industri sawit nasional membutuhkan keberanian untuk bermimpi besar sekaligus beraksi nyata.
“Kuliah umum ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan motivasi bagi para mahasiswa ITSI Medan untuk menjadi generasi muda yang berkompeten dan berkontribusi dalam membangun kemandirian bangsa melalui industri perkebunan,” ujar Heru, dikutip dari Ditjen Perkebunan, Selasa (08/07/2025).
Sementara itu, Brigjen Arif Hendro Djatmiko menekankan pentingnya disiplin sebagai bekal utama bagi mahasiswa. Disiplin disebut sebagai modal penting untuk terjun ke dunia kerja maupun dunia usaha, termasuk sektor perkebunan sawit.
Selain itu, Heru juga mengingatkan mahasiswa agar kelak mampu menjaga kemitraan antara perusahaan dan masyarakat sekitar kebun. Keharmonisan tersebut menjadi salah satu faktor penting bagi kelancaran usaha di sektor sawit.
Kuliah umum ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah dalam memperkuat kualitas SDM perkebunan. Mahasiswa didorong tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami tantangan nyata industri sawit.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang perkembangan industri kelapa sawit. Termasuk bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Acara berlangsung di kampus ITSI Medan dan diikuti antusias oleh para mahasiswa yang ingin mendalami lebih jauh potensi besar sektor kelapa sawit di Indonesia.***