Total Produksi CPO PT PP London Sumatra Indonesia Tbk Naik 4% Menjadi 202 Ribu Ton Selama Tahun 2025

Laporan operasional 2025 menunjukkan produksi minyak sawit mentah PT PP London Sumatra Indonesia Tbk tumbuh 4%. Kenaikan ini memperkuat posisi sektor sawit sebagai kontributor utama pendapatan perusahaan dengan porsi mencapai 94%.

BERITA

Arsad Ddin

12 Februari 2026
Bagikan :

Dok. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk


Jakarta, HAISAWIT – PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LONSUM) mencatatkan kenaikan total produksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sebesar 4% menjadi 202 ribu ton selama sembilan bulan pertama tahun 2025.

Pertumbuhan kinerja operasional tersebut dipicu oleh peningkatan pasokan Tandan Buah Segar (TBS) dari pihak eksternal yang melonjak signifikan, sehingga mampu menutupi penurunan produksi dari kebun inti milik perusahaan tersebut.

Dilansir dari laman londonsumatra.com, Kamis (12/02/2026), emiten berkode saham LONSUM ini melaporkan bahwa volume penjualan CPO mengalami pertumbuhan sebesar 9% secara tahunan menjadi 208 ribu ton hingga periode September 2025.

Kenaikan volume penjualan yang disertai dengan penguatan harga jual rata-rata produk sawit telah mendorong total nilai penjualan perusahaan mencapai angka Rp3,96 triliun, atau tumbuh sebesar 35% secara tahunan.

Berdasarkan data operasional, produksi TBS dari kebun inti milik perusahaan justru mengalami penurunan sebesar 2% menjadi 798 ribu ton dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Meskipun produksi inti terkoreksi, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LONSUM) berhasil mengamankan pasokan dari eksternal yang naik 38% menjadi 140 ribu ton untuk menjaga stabilitas ketersediaan bahan baku pengolahan.

Kinerja produksi selama periode sembilan bulan pertama tahun 2025 (9M25) secara detail mencakup data-data sebagai berikut:

  • Produksi TBS inti turun 2% menjadi 798 ribu ton.
  • Produksi TBS eksternal melonjak 38% mencapai 140 ribu ton.
  • Total produksi CPO naik 4% menjadi 202 ribu ton.
  • Tingkat ekstraksi CPO atau CPO Extraction Rate meningkat menjadi 21,8%.

Efisiensi pada proses pengolahan di pabrik kelapa sawit terbukti memberikan dampak positif bagi perusahaan, terlihat dari angka rendemen atau tingkat ekstraksi yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Sektor hilir juga mencatatkan kinerja positif pada produk turunan kelapa sawit, di mana volume penjualan produk inti sawit atau Palm Kernel (PK) dan turunannya meningkat sebesar 19%.

Dari sisi keuangan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 55% menjadi Rp1,25 triliun, sejalan dengan kenaikan margin laba usaha yang mencapai 33%.

Hingga akhir September 2025, total luas lahan tertanam milik perusahaan mencapai 111.627 hektar, dengan komoditas kelapa sawit mendominasi area seluas 91.420 hektar di mana sebagian besar merupakan tanaman menghasilkan.

Kondisi keuangan perusahaan menunjukkan posisi yang sangat likuid dengan kepemilikan kas dan setara kas sebesar Rp6,90 triliun, mengalami peningkatan signifikan dari posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp5,45 triliun.

Pencapaian aset dan kewajiban perusahaan hingga kuartal ketiga tahun 2025 tercatat sebagai berikut:

  • Total aset meningkat menjadi Rp14,78 triliun.
  • Total liabilitas atau kewajiban tercatat sebesar Rp1,42 triliun.
  • Total ekuitas atau modal naik menjadi Rp13,35 triliun.
  • Nilai laba per saham meningkat menjadi Rp183 per lembar.

Kontribusi penjualan produk sawit terhadap total pendapatan tetap dominan sebesar 94%, sementara sisanya berasal dari komoditas karet sebesar 3%, benih sebesar 1%, dan komoditas lain-lain sebesar 2%.***

Bagikan :

Artikel Lainnya