Sawit Academy Episode Poltek ATI Makassar: Industri Sawit Tak Lagi Milik Jurusan Perkebunan Saja

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yaitu HCGS & Continuous Improvement Dept. Head Hasnur Plantation Group (Bapak Muhammad Zubair Alqudsyi), Direktur PT Hai Sawit Indonesia (Bapak M. Danang Mursyid Rijalul Qowi), dan Direktur Politeknik ATI Makassar (Bapak Ir. Muhammad Basri, ST., MM., IPU) yang diwakili oleh Pembantu direktur bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama (Bapak Ahmad Sawal, SSi, MM).

BERITA HAI SAWIT EVENT

Sahnia Mellynia

11 Juli 2025
Bagikan :

Bekasi, HAISAWIT — Hai Sawit Indonesia kembali menghadirkan program edukatif Sawit Academy Episode Politeknik ATI Makassar yang kali ini mengangkat tema “Industri Sawit, Peluang Kerja untuk Semua”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Jumat, 11 Juli 2025, pukul 14.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan ratusan peserta dari Politeknik ATI Makassar dan berbagai kampus lainnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yaitu HCGS & Continuous Improvement Dept. Head Hasnur Plantation Group (Bapak Muhammad Zubair Alqudsyi), Direktur PT Hai Sawit Indonesia (Bapak M. Danang Mursyid Rijalul Qowi), dan Direktur Politeknik ATI Makassar (Bapak Ir. Muhammad Basri, ST., MM., IPU) yang diwakili oleh Pembantu direktur bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama (Bapak Ahmad Sawal, SSi, MM).

Sambutan dari Direktur PT Hai Sawit Indonesia, M. Danang MRQ menyampaikan "Melalui Sawit Academy, kami ingin membuka wawasan bahwa industri sawit punya peluang karier yang sangat luas. Bukan cuma untuk lulusan pertanian, tapi juga terbuka lebar bagi teman-teman dari jurusan teknik, otomasi, kelistrikan, dan banyak bidang lainnya. Dunia sawit sekarang berkembang pesat dan butuh banyak talenta dari berbagai latar belakang," ujarnya.

Ia juga menambahkan, “Untuk mendukung keterbukaan akses informasi kerja di industri sawit, kami menghadirkan aplikasi Hai Sawit, sebuah platform digital yang menyediakan informasi lowongan kerja, pelatihan, hingga berita husus di sektor sawit. Harapannya, aplikasi ini bisa menjadi jembatan antara talenta muda dan kebutuhan industri sawit masa kini."

Kegiatan ini menjadi wadah sosialisasi bahwa keahlian teknis yang relevan meski tidak berasal dari jurusan perkebunan tetap dibutuhkan untuk mendorong efisiensi, produktivitas, dan transformasi digital pabrik sawit. Industri ini tidak lagi hanya untuk mereka yang berlatar belakang pertanian atau agribisnis.


Narasumber Bapak Muhammad Zubair Alqudsyi, selaku Head of HCGS & Continuous Improvement Dept. di Hasnur Plantation Group, menekankan pentingnya kesiapan mental dan keterampilan adaptif bagi calon tenaga kerja di industri sawit "Industri sawit saat ini bergerak cepat ke arah modernisasi, jadi perusahaan sangat butuh SDM yang nggak cuma paham teori, tapi juga siap belajar hal baru dan berani ambil peran. Latar belakang jurusan bukan jadi hambatan, yang penting adalah semangat untuk berkembang dan punya dasar keterampilan yang bisa diaplikasikan di lapangan," ungkapnya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus turut aktif menyampaikan pertanyaan seputar prospek kerja, tantangan lintas jurusan, serta tips membuat CV yang sesuai dengan standar industri. Salah satunya, Rakha Faza A. dari Politeknik ATI Makassar menanyakan apakah lulusan non-sawit seperti dirinya tetap bisa berkarier di industri sawit, meskipun belum pernah mempelajari sawit secara langsung. Pertanyaan ini dijawab dengan penegasan bahwa industri sawit sangat terbuka untuk berbagai latar belakang, selama memiliki semangat belajar dan keahlian yang relevan.

Program Sawit Academy merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan Hai Sawit Indonesia dalam membekali generasi muda dengan wawasan dan kesiapan kerja di sektor sawit. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku industri, Sawit Academy diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Bagikan :

Artikel Lainnya