
Gubernur Kalimantan Utara mengumumkan rencana pembangunan pabrik minyak goreng curah “Minyak-Ku” dengan target produksi 18.000 ton per tahun sebagai langkah swasembada dan ekspor. (Foto: Dok. Biro Adpim Kaltara)
Bulungan, HAISAWIT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mematangkan rencana pembangunan pabrik minyak goreng curah di Desa Ardimulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Proyek ini ditargetkan mulai konstruksi pada 2026.
Pabrik berkapasitas hingga 100 ton per hari itu diproyeksikan menjadi salah satu penopang hilirisasi kelapa sawit di Kaltara. Nilai investasi yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp40 miliar.
Anggaran tersebut mencakup Rp38 miliar untuk pembangunan pabrik utama dan tambahan Rp2–3 miliar untuk unit pengemasan. Produksi awal ditargetkan 50 ton per hari, yang nantinya dapat ditingkatkan.
“Hasil produksi ini sudah bisa memenuhi kebutuhan minyak goreng domestik Kaltara dan juga kebutuhan minyak goreng daerah sekitar Kaltara,” jelas Gubernur.
Rencana pembangunan pabrik ini berlokasi dekat perkebunan kelapa sawit (PKS) agar pasokan bahan baku lebih efisien. Letak strategis tersebut diharapkan mendukung keberlanjutan operasional pabrik.
Pabrik minyak goreng ini juga dirancang untuk membawa merek lokal bernama “Minyak-Ku” yang berarti Minyak Kalimantan Utara. Nama ini dipilih untuk memperkuat identitas produk daerah.
Dengan target produksi 1.500 ton per bulan atau 18.000 ton per tahun, pabrik tersebut diyakini mampu melampaui kebutuhan lokal Kaltara. Potensi distribusi juga diarahkan ke pasar regional hingga ekspor ASEAN.
Data dari pemerintah daerah menunjukkan kebutuhan minyak goreng domestik Kaltara saat ini sekitar 8.762 ton per tahun. Angka itu lebih kecil dari proyeksi kapasitas produksi pabrik.
Selain memperkuat pasokan lokal, produksi pabrik minyak goreng curah ini dirancang untuk memenuhi permintaan dari wilayah sekitar Kaltara, termasuk potensi ekspor ke Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya.
Tahap konstruksi direncanakan memakan waktu sekitar satu tahun. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Kaltara mendorong hilirisasi industri kelapa sawit yang tumbuh di wilayah tersebut.***