Dosen UGM Dr. Radi Ajak Peserta Pelatihan di Pekanbaru Tingkatkan Produktivitas Sawit Lewat Modernisasi Teknologi

Dr. Radi dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem UGM memberikan materi tentang perawatan serta pemanfaatan teknologi tepat guna. Pelatihan ini diikuti para pelaku perkebunan sawit di Riau untuk memperkuat kompetensi dan modernisasi kebun.

BERITA

Arsad Ddin

9 Juli 2025
Bagikan :

Dr. Radi dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem UGM mengisi pelatihan penguatan kompetensi SDM sawit yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, pada, Senin (07/07/2025). (Foto: Dok. Teknik Pertanian & Biosistem UGM).

Pekanbaru, HAISAWIT – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mendukung penguatan SDM sektor sawit. Salah satu bentuknya melalui kehadiran Dr. Ir. Radi, S.T.P., M.Eng., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng.

Pelatihan bertajuk “Pengembangan Sumber Daya Manusia di Kelapa Sawit” itu digelar di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT. Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Agro Nusantara.

Dikutip dari laman Teknik Pertanian & Biosistem UGM, Rabu (09/07/2025), pelatihan ini didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan RI dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.

Dalam materi yang disampaikan, Dr. Radi membahas pengenalan alat dan mesin pertanian untuk mendukung aktivitas kebun sawit. Topik ini juga memuat cara penggunaan dan perawatan yang tepat.

Ia juga memaparkan pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna. Langkah ini dinilai dapat membantu pekebun meningkatkan produktivitas, menghemat waktu kerja, serta menjaga keselamatan di lapangan.

Pelatihan tersebut diikuti para peserta yang berprofesi di bidang perkebunan sawit. Materi yang diberikan memfokuskan pada modernisasi kebun melalui teknologi sederhana maupun inovasi baru.

Selain aspek teknis, pembahasan juga menyentuh tantangan sektor perkebunan sawit di masa kini. Salah satunya mengenai pentingnya efisiensi produksi untuk menjawab kebutuhan industri.

Kegiatan ini menjadi bagian kontribusi akademisi dalam mendukung kebun sawit yang lebih profesional. Program tersebut selaras dengan upaya memperkuat kompetensi pekerja sawit di berbagai daerah.

Menurut data di laman resmi, pelatihan tersebut sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya mendukung pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, dan industri berkelanjutan.

Dalam rilis laman DTPB FTP UGM menyebutkan bahwa materi ini dirancang agar mudah diterapkan langsung di lapangan. Tujuannya agar pekebun dapat mengelola alat dan mesin dengan lebih efisien.

Program ini juga didorong oleh kolaborasi pemerintah, akademisi, dan lembaga pendidikan perkebunan. Sinergi tersebut menjadi langkah nyata mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor sawit.***

Bagikan :

Artikel Lainnya