Statistik Terbaru Mencatat Luas Kebun Sawit Banten Capai 17.860 Hektar

Badan Pusat Statistik merilis data terbaru mengenai luas perkebunan kelapa sawit di Banten yang mencapai 17,86 ribu hektar. Statistik ini menjadi rujukan utama dalam memetakan persebaran komoditas strategis nasional di wilayah Jawa.

BERITA

Arsad Ddin

9 Februari 2026
Bagikan :

Gambar Ilustrasi Lahan Sawit - Hai Sawit


Jakarta, HAISAWIT – Provinsi Banten mencatatkan kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 17.860 hektar pada periode tahun 2024 berdasarkan laporan terbaru yang dihimpun oleh otoritas statistik pusat guna memetakan potensi komoditas nasional.

Kehadiran lahan perkebunan ini memposisikan Provinsi Banten sebagai salah satu wilayah penting dalam peta persebaran tanaman minyak nabati di Pulau Jawa, meskipun wilayah ini juga dikenal sebagai pusat industri manufaktur berat.

Dilansir dari laman bps.go.id, Senin (09/02/2026), luas tanaman perkebunan kelapa sawit di Provinsi Banten pada tahun 2024 menyentuh angka 17,86 ribu hektar atau setara dengan tujuh belas ribu delapan ratus enam puluh hektar.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka tersebut sebagai data sementara yang berasal dari hasil Survei Perusahaan Perkebunan serta koordinasi teknis bersama pihak Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).

Jika merujuk pada cakupan wilayah di Pulau Jawa, besaran luas lahan di Tanah Jawara ini memiliki posisi yang unik bila disandingkan dengan provinsi-provinsi tetangga di sekitarnya dalam periode yang sama.

Berikut adalah perbandingan luas lahan kelapa sawit pada beberapa provinsi di Pulau Jawa berdasarkan rilis data statistik perkebunan nasional untuk tahun anggaran 2024:

  • Provinsi Jawa Barat memiliki luas lahan kelapa sawit sebesar 15,85 ribu hektar.
  • Provinsi Jawa Tengah mencatatkan angka nol hektar untuk komoditas kelapa sawit.
  • Provinsi Jawa Timur memiliki laporan angka luas lahan kelapa sawit sebesar nol hektar.
  • Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga tercatat tidak memiliki lahan perkebunan kelapa sawit.

Statistik tersebut membuktikan bahwa Banten memegang peran sebagai pemilik lahan sawit terluas di seluruh Pulau Jawa, mengungguli Provinsi Jawa Barat yang secara administratif memiliki wilayah daratan jauh lebih luas.

Data ini mencerminkan fokus pengelolaan lahan perkebunan di wilayah Banten yang masih memberikan ruang cukup besar bagi pengembangan kelapa sawit di tengah masifnya alih fungsi lahan untuk kawasan perumahan.

Selain kelapa sawit, Banten juga mengelola berbagai jenis komoditas perkebunan lainnya yang tersebar di wilayah kabupaten, terutama di bagian selatan yang memiliki karakteristik geografis mendukung untuk aktivitas budidaya tanaman keras.

Berikut adalah rincian luas lahan beberapa komoditas perkebunan lain yang dikelola oleh masyarakat dan perusahaan di Provinsi Banten selama tahun 2024:

  • Luas lahan tanaman kelapa tercatat mencapai 74,61 ribu hektar.
  • Luas lahan tanaman karet berada pada angka 12,52 ribu hektar.
  • Luas lahan tanaman kopi mencatatkan angka sebesar 6,25 ribu hektar.
  • Luas lahan tanaman kakao memiliki besaran mencapai 7,60 ribu hektar.

Dominasi tanaman kelapa memang masih menjadi yang tertinggi di Banten, namun pertumbuhan lahan sawit tetap stabil dan memberikan kontribusi nyata terhadap total luasan perkebunan nasional sebesar 16.005,06 ribu hektar.

Setiap angka yang tersaji dalam laporan BPS ini menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun perencanaan distribusi pupuk serta pengembangan sarana prasarana pendukung industri perkebunan di tingkat daerah.

Keberadaan 17.860 hektar kebun sawit di Banten juga menjadi indikator bahwa sektor agribisnis tetap bertahan sebagai salah satu penopang ekonomi lokal bagi penduduk yang bermukim di sekitar area perkebunan tersebut.

Pemutakhiran data yang dilakukan pada pertengahan tahun 2025 ini memastikan bahwa setiap jengkal tanah produktif terdokumentasi dengan baik guna menjaga akurasi laporan produksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Meskipun luasan lahan di Banten tidak sebesar wilayah Sumatera atau Kalimantan, fakta bahwa provinsi ini memimpin di Pulau Jawa memberikan nilai strategis tersendiri dalam rantai pasok industri perkebunan Indonesia.

Keseluruhan informasi mengenai bentangan lahan ini dapat diakses secara terbuka oleh publik melalui kanal informasi resmi pemerintah guna mendukung transparansi data di sektor kelapa sawit nasional yang sangat dinamis.***

Bagikan :

Artikel Lainnya