Perkembangan Luas Tanam Sawit Gorontalo Capai 14,72 Ribu Hektar Versi BPS

Provinsi Gorontalo mencatatkan luas lahan kelapa sawit sebesar 14,72 ribu hektar berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024. Statistik ini memberikan gambaran mengenai posisi serta perkembangan luas tanam komoditas tersebut di wilayah Sulawesi.

BERITA

Arsad Ddin

11 Februari 2026
Bagikan :

Gambar Ilustrasi Lahan Sawit dan Tandan Buah Segar

Jakarta, HAISAWIT – Provinsi Gorontalo mencatatkan perkembangan luas lahan perkebunan kelapa sawit sebesar 14,72 ribu hektar pada periode 2024 guna memperkuat struktur ekonomi sektor perkebunan di wilayah semenanjung utara Pulau Sulawesi tersebut.

Kehadiran komoditas kelapa sawit di wilayah ini menjadi bagian dari diversifikasi tanaman perkebunan yang dikelola oleh masyarakat maupun perusahaan swasta di bawah pengawasan teknis kementerian dan lembaga terkait secara nasional.

Dilansir dari laman bps.go.id, Rabu (11/02/2026), luas tanaman perkebunan kelapa sawit di Provinsi Gorontalo pada tahun 2024 mencapai 14,72 ribu hektar, yang merupakan angka sementara hasil Survei Perusahaan Perkebunan pusat.

Data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini menunjukkan bahwa kelapa sawit memiliki porsi tersendiri di tengah dominasi komoditas perkebunan lain yang sudah lama berkembang di wilayah Provinsi Gorontalo.

Pemerintah pusat melalui kementerian terkait menggunakan data ini sebagai rujukan dasar dalam memetakan produktivitas lahan serta kebutuhan sarana pendukung produksi bagi para petani yang mengelola perkebunan kelapa sawit di daerah.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sulawesi, posisi Gorontalo berada pada peringkat tertentu dalam sebaran luas lahan kelapa sawit nasional yang totalnya mencapai 16.005,06 ribu hektar di seluruh Indonesia.

Berikut adalah rincian perbandingan luas lahan kelapa sawit pada beberapa provinsi di Pulau Sulawesi berdasarkan data terbaru tahun 2024:

  • Provinsi Sulawesi Barat mencatatkan luas sebesar 146,59 ribu hektar.
  • Provinsi Sulawesi Tengah memiliki lahan sawit seluas 148,33 ribu hektar.
  • Provinsi Sulawesi Tenggara mengelola kawasan seluas 61,15 ribu hektar.
  • Provinsi Sulawesi Selatan tercatat memiliki lahan sebesar 55,11 ribu hektar.

Statistik ini memperlihatkan bahwa luas lahan sawit di Gorontalo masih tergolong skala menengah bila disandingkan dengan wilayah tetangga seperti Sulawesi Tengah yang memiliki luasan mencapai ratusan ribu hektar lahan produktif.

Selain kelapa sawit, struktur perkebunan di Gorontalo masih sangat didominasi oleh tanaman kelapa yang menjadi komoditas unggulan utama masyarakat setempat sejak puluhan tahun silam menurut catatan sejarah ekonomi daerah.

Rincian luas lahan untuk komoditas perkebunan selain kelapa sawit di wilayah Provinsi Gorontalo pada tahun 2024 adalah sebagai berikut:

  • Luas lahan tanaman kelapa mencapai angka 72,16 ribu hektar.
  • Luas lahan tanaman tebu tercatat sebesar 19,83 ribu hektar.
  • Luas lahan tanaman kakao berada pada angka 12,81 ribu hektar.

Keberadaan tanaman tebu yang lebih luas daripada kelapa sawit di Gorontalo memberikan gambaran unik mengenai prioritas pemanfaatan lahan untuk kebutuhan industri gula nasional di samping industri minyak nabati global.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) tetap melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan luas tanam guna memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku industri pengolahan di dalam negeri maupun untuk keperluan pasar luar negeri.

Angka 14,72 ribu hektar tersebut menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan untuk menghitung potensi produksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang dihasilkan dari daratan Gorontalo setiap tahunnya.

Transparansi data luas lahan ini bertujuan memberikan informasi akurat bagi pelaku usaha yang ingin menanamkan modal pada sektor industri hilir perkebunan di wilayah Gorontalo guna mendukung pertumbuhan ekonomi regional secara luas.

Seluruh data yang dipublikasikan merupakan hasil verifikasi berjenjang dari tingkat kabupaten hingga pusat guna menjamin validitas informasi statistik bagi masyarakat luas serta pemerhati industri kelapa sawit di seluruh penjuru tanah air.

Kepemilikan lahan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Gorontalo terhadap pemenuhan target luas perkebunan nasional tahun 2024 yang menjadi pilar penting bagi ketahanan pangan serta energi nasional melalui produk turunan sawit.***

Bagikan :

Artikel Lainnya