
Dok. YouTube Hai Sawit TV
Jakarta, HAISAWIT – Pemimpin utama HAI Group, M. Gema Aliza Putra, membagikan perjalanan karirnya yang bermula dari sektor pelatihan hingga berhasil mengakuisisi media digital saat menjadi narasumber dalam program Jejak Inspirasi di Jakarta.
Gema mengawali langkah profesional melalui subsektor jasa pengembangan sumber daya manusia sebelum akhirnya membangun ekosistem bisnis terintegrasi. Fokus utamanya adalah memberdayakan tenaga kerja muda agar memiliki daya saing kuat di industri perkebunan nasional.
Dalam sesi bincang tersebut, Gema menjelaskan pandangannya mengenai nilai strategis sektor kelapa sawit bagi kedaulatan bangsa. Beliau memandang komoditas ini memiliki peran krusial yang jauh melampaui sekadar aspek perdagangan produk mentah.
“Awal mulanya perjalanan saya tentunya dimulai dari industri sawit di mana menurut saya sawit ini bukan hanya sekedar komoditas, sawit ini adalah ketahanan pangan, energi apalagi bagi para petani-petani di luar sana.” ujar Gema, dikutip dari YouTube Hai Sawit TV, Rabu (11/02/2026).
Setelah mendalami sektor jasa pendidikan, Gema mendirikan entitas bisnis pertama yang berfokus pada legalitas dan kompetensi tenaga kerja. Satuan bisnis ini menjadi cikal bakal terbentuknya grup perusahaan yang melayani berbagai kebutuhan pemangku kepentingan.
“HAI Group sebenarnya dimulai dari Daya Guna Lestari itu berdiri sejak 2021 di mana fokusnya itu di pelatihan dan sertifikasi mulai dari small holder, pelatihan petani hingga ke stakeholder.” ujarnya menjelaskan sejarah awal mula pembentukan struktur organisasi bisnisnya.
Ekosistem yang dikembangkan kini mencakup berbagai bidang jasa strategis guna mendukung operasional industri perkebunan secara menyeluruh. Berikut adalah beberapa unit bisnis yang dikelola di bawah naungan perusahaan induk yang dipimpin oleh Gema:
- Lembaga pelatihan dan sertifikasi profesi khusus sektor perkebunan.
- Agensi kreatif yang menyediakan jasa komunikasi pemasaran digital.
- Platform media informasi digital yang melayani kebutuhan edukasi publik.
- Penyedia jasa pemeliharaan alat teknik untuk kebutuhan industri manufaktur.
Pengembangan bisnis kemudian berlanjut pada penguasaan kanal informasi strategis melalui akuisisi entitas media guna memperkuat literasi kelapa sawit. Gema menceritakan proses pengambilalihan perusahaan tersebut sebagai bagian dari strategi ekspansi jaringan bisnis digital.
“Di 2023 kita mengakuisisi salah satu perusahaan media yang bernama Hai Sawit, di mana pada saat itu nama brandingnya adalah Hai Sawit dan sejak tahun 2023 kita rebranding menjadi PT Hai Sawit Indonesia, dimana disitu fokusnya lebih ke platform dan media khusus industri sawit.” tuturnya secara rinci.
Hingga saat ini, grup perusahaan tersebut telah mempekerjakan puluhan karyawan muda dengan rata-rata usia di bawah tiga puluh tahun. Gema menekankan penerapan sistem manajemen yang mengedepankan efektivitas kerja serta penguatan relasi antar manusia.
Unit bisnis media kini berfungsi sebagai platform komunikasi digital utama bagi para pelaku industri kelapa sawit di Indonesia. Seluruh operasional dijalankan dengan memanfaatkan teknologi digital terkini guna menjangkau audiens generasi muda secara luas.***