
Pelatihan Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Kemitraan Petani Sawit digelar oleh DPW Apkasindo Papua Selatan di Swissbel-Hotel Merauke, Senin (07/07/2025). (Foto: Dok. Kominfo Merauke).
Merauke, HAISAWIT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menyatakan dukungan penuh bagi para petani kelapa sawit untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan membangun kemitraan yang lebih baik.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Papua Selatan, Petrus Assem, saat membuka pelatihan Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Kemitraan Petani Sawit di Merauke.
Pelatihan digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Papua Selatan dan berlangsung di Swiss-Belhotel Merauke, Senin (7/7/2025).
“Hal ini sesuai visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan,” ujar Petrus Assem, dikutip dari laman Pemkab Merauke, Rabu (09/07/2025).
Sebelum pelatihan, turut dilaksanakan pengukuhan pengurus DPW Apkasindo Papua Selatan periode 2025–2030 oleh Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung.
Apkasindo Papua Selatan kini dipimpin oleh Makarius Meki Tama. Organisasi ini memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas kebun sawit serta kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Selain itu, Petrus Assem menyebut sektor perkebunan sawit di Papua Selatan saat ini ada di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel.
“Namun kedua kabupaten itu berpeluang ke depannya akan di kembangkan,” ujarnya.
Papua Selatan tercatat memiliki sekitar 30 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah beroperasi maupun masih dalam tahap persiapan penanaman.
Menurut Petrus Assem, kolaborasi antara petani, perusahaan, dan pemerintah daerah sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah otonomi baru tersebut.
DPMPTSP Papua Selatan sendiri mengemban tugas mengurus perizinan berusaha dan non-perizinan yang menjadi kewenangan gubernur. Proses perizinan di tingkat kabupaten juga dilaksanakan melalui DPMPTSP setempat.
Upaya ini dinilai strategis agar investasi di sektor kelapa sawit dapat tumbuh seimbang dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan.***