Kutai Timur Perkuat Industri Hilir Sawit, 614 Petani Terima STDB untuk Tingkatkan Nilai Tambah

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyerahkan STDB kepada 614 petani sawit dengan total lahan 1.434 hektare. Upaya ini menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi sawit demi mendorong nilai tambah ekonomi daerah.

BERITA

Arsad Ddin

16 Juli 2025
Bagikan :

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur penyerahan STDB dan penandatanganan MoU Hotel Royal Victoria Sangatta, Selasa (15/07/2025). (Foto: Pro Kutim).

Sangatta, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memacu hilirisasi sektor kelapa sawit agar daerah memperoleh nilai tambah lebih besar. Langkah nyata itu ditandai penyerahan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) kepada 614 petani sawit.

Acara berlangsung Selasa (15/7/2025) di Hotel Royal Victoria, Sangatta. Penyerahan STDB ini mencakup lahan total 1.434 hektare, membuka peluang petani terlibat program kemitraan dengan perusahaan besar kelapa sawit.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi UMKM, 13 koperasi petani kelapa sawit, dan sejumlah perusahaan besar sawit.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman hadir langsung menyaksikan prosesi tersebut. Ia menilai, hilirisasi menjadi kunci agar daerah tak lagi bergantung pada ekspor Crude Palm Oil (CPO) mentah.

“Kita tidak boleh terus-menerus mengekspor bahan mentah. Kita harus mengembangkan industri hilir seperti minyak goreng, sabun, kosmetik, bahkan biodiesel dan produk farmasi. Itulah yang akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Ardiansyah, dikutip dari laman Pro Kutim, Rabu (16/07/2025).

Selain sawit, Kutim juga mendorong diversifikasi komoditas perkebunan lain. Pemerintah daerah menyiapkan program pembinaan bagi petani pisang, karet, kakao, lada, vanila, hingga nanas.

Ardiansyah menyebut, upaya ini penting agar perekonomian tetap kuat meski harga sawit turun. “Kita harus mulai membangun ekonomi yang tangguh. Kalau harga sawit jatuh, petani jangan ikut jatuh. Itulah pentingnya kita kembangkan komoditas lain,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kutim juga menyiapkan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy sebagai pusat pengolahan produk turunan sawit. Lokasi tersebut dinilai strategis dan punya infrastruktur memadai.

“Lokasi dan infrastrukturnya strategis. Kita akan permudah regulasi, agar para pelaku usaha tertarik membangun pabrik pengolahan di sini,” ucap Ardiansyah.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Koperasi UMKM Kutim Teguh Budi Santoso, Plt Kepala Dinas Perkebunan Iip Sumirat, camat, kepala desa, serta pimpinan perusahaan sawit.

Penyerahan STDB dan penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi momentum penguatan posisi tawar petani sawit di tengah tantangan pasar global. “Semoga penyerahan STDB dan penandatanganan MoU ini memperkuat posisi tawar petani sawit di tengah tantangan bisnis global,” tutup Ardiansyah.

Langkah hilirisasi dan diversifikasi perkebunan tersebut menjadi bagian dari upaya Kutim membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kokoh dan inklusif.***

Bagikan :

Artikel Lainnya