Bupati Bengkalis Soroti Minimnya Kontribusi Perusahaan Sawit terhadap Daerah

Bupati Bengkalis, Kasmarni, menyorot rendahnya kontribusi perusahaan sawit terhadap daerah. Ia menyebut banyak perusahaan hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kerusakan infrastruktur dan kondisi masyarakat sekitar yang terdampak.

BERITA

Arsad Ddin

17 Juni 2025
Bagikan :

Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD APKASINDO) Kabupaten Bengkalis periode 2025–2030, di Ballroom Hotel Surya Duri, Sabtu (14/06/025). (Foto: Diskominfotik Pemkab Bengkalis).

Bengkalis, HAISAWIT – Bupati Bengkalis, Kasmarni, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya kontribusi perusahaan kelapa sawit terhadap pembangunan daerah. Ia menyebut perusahaan terlalu fokus pada keuntungan tanpa memperhatikan kondisi infrastruktur dan masyarakat sekitar.

Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD APKASINDO) Kabupaten Bengkalis periode 2025–2030, di Ballroom Hotel Surya Duri, Sabtu (14/06/025).

Dalam sambutannya, Kasmarni menyampaikan bahwa kerusakan jalan akibat aktivitas angkutan sawit kerap dibiarkan begitu saja oleh pihak perusahaan, padahal fasilitas tersebut telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Kami juga berharap sinergi dari Perusahaan Sawit dengan Pemerintah Daerah. Selama ini, kebanyakan perusahaan sawit hanya mementingkan keuntungan, tapi kurang memperhatikan kondisi infrastruktur dan masyarakat,” ujar Kasmarni.

Ia menambahkan bahwa kendaraan angkutan sawit sering kali membawa muatan melebihi tonase yang diperbolehkan, dan ini mempercepat kerusakan jalan. Namun saat infrastruktur rusak, tidak ada inisiatif dari perusahaan untuk memperbaikinya.

“Banyak kendaraan muatan sawit yang melebihi tonase menggunakan fasilitas jalan Daerah, tetapi ketika jalan itu rusak perusahaan tutup mata tidak mau peduli untuk memperbaikinya,” ujar Kasmarni.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah telah menyediakan prasarana demi kelancaran kegiatan industri, dan sudah sepatutnya pihak swasta turut memberikan timbal balik untuk daerah.

“Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas yang bagus, tapi perusahaan hanya menikmati, tanpa memberikan timbal balik bagi Daerah maupun masyarakat,” ujar Kasmarni.

Kasmarni berharap ke depan perusahaan bisa menunjukkan komitmen yang lebih nyata dalam berkontribusi. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi yang saling menguntungkan harus dibangun bersama, bukan hanya saat perusahaan menghadapi kesulitan.

“Harapan kami kedepan, kalau bisa berikanlah sedikit kontribusi untuk Daerah dan masyarakat. Jangan hanya saat sulit saja baru mencari Pemerintah, tapi saat menerima keuntungan tidak ada keinginan berkontribusi terhadap Daerah kita sendiri,” ujar Kasmarni.

Selain itu, ia mendorong agar petani sawit mendapatkan penguatan dari sisi kapasitas sumber daya manusia dan peran aktif dalam hilirisasi. Menurutnya, petani tidak bisa lagi berada di posisi pasif dalam rantai industri sawit.

Dalam acara itu, Kasmarni juga menilai organisasi seperti APKASINDO perlu hadir sebagai penggerak perubahan. Ia ingin petani sawit naik kelas dan menjadi bagian penting dari transformasi industri sawit yang berkeadilan.***

Bagikan :

Artikel Lainnya