Dalam kuliah tamu di ITB, Agung Perdana Tunggal Siregar dari PT SMART Tbk menjelaskan penerapan Best Management Practices, kebijakan NDPE, serta sertifikasi ISPO untuk mendukung keberlanjutan sawit hingga ke tingkat petani.
Arsad Ddin
12 Juli 2025Dalam kuliah tamu di ITB, Agung Perdana Tunggal Siregar dari PT SMART Tbk menjelaskan penerapan Best Management Practices, kebijakan NDPE, serta sertifikasi ISPO untuk mendukung keberlanjutan sawit hingga ke tingkat petani.
Arsad Ddin
12 Juli 2025
Bandung, HAISAWIT – Program Studi Rekayasa Pertanian, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, mengadakan kuliah tamu membahas transformasi agroekosistem kelapa sawit untuk keberlanjutan pasar global.
Kuliah tamu ini dihadiri mahasiswa serta sivitas akademika yang tertarik pada isu agroindustri sawit, yang digelar secara hybrid di Kampus ITB Jatinangor dan platform Zoom, pada, Senin (23/6/2025) beberapa waktu lalu.
Narasumber yang hadir ialah Agung Perdana Tunggal Siregar, Grievance & Risk Handling Assurance Divisi Sustainable Supply & Production PT SMART Tbk. Ia berbagi pandangan mengenai pengelolaan sawit berkelanjutan.
Agung menjelaskan bahwa kelapa sawit berperan penting sebagai komoditas strategis nasional, namun juga menghadapi tantangan seperti deforestasi, degradasi lingkungan, serta konflik lahan.
“Pertanyaan yang perlu kita ajukan bukanlah apakah sawit diperlukan atau tidak, melainkan bagaimana sawit dapat dikelola secara adil dan berkelanjutan,” ujar Agung, dikutip dari laman SITH ITB, Sabtu (12/07/2025).
Dalam paparannya, Agung menyebut pendekatan agroekologi menjadi kunci penting agar sawit tetap relevan di pasar global tanpa mengabaikan aspek sosial dan ekologis.
Ia juga memaparkan beberapa inisiatif di sektor industri, seperti penerapan Best Management Practices (BMP), kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE), serta sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Fakta lain yang disampaikan yaitu pentingnya menjaga rantai suplai sawit yang transparan dan dapat ditelusuri hingga ke tingkat kebun petani sebagai persyaratan perdagangan global.
Melalui diskusi interaktif, mahasiswa memperoleh gambaran tentang bagaimana pendekatan ilmiah dan sosial dapat diterapkan dalam praktik industri sawit.
Kuliah tamu ini memberi wawasan tentang tantangan dan inovasi yang tengah dijalankan industri kelapa sawit di Indonesia demi menjawab tuntutan pasar global.***