
Dok. PT Tunas Baru Lampung Tbk
Jakarta, HAISAWIT – PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) mencatatkan volume penjualan minyak sawit mentah yang signifikan mencapai 296.223 ton selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025.
Pencapaian operasional tersebut menunjukkan stabilitas distribusi komoditas kelapa sawit di pasar domestik maupun internasional, yang menjadi motor utama penggerak pendapatan perseroan sepanjang tahun berjalan di tengah fluktuasi harga global.
Dilansir dari laman tunasbarulampung.com, Jum'at (13/02/2026), volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) perseroan menyentuh angka 296.223 ton yang menghasilkan nilai pendapatan sebesar Rp4,18 triliun bagi emiten berkode saham TBLA tersebut.
Realisasi penjualan produk kelapa sawit lainnya juga memberikan kontribusi besar terhadap total omzet perusahaan, di mana sektor ini menjadi pilar utama dalam struktur pendapatan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).
Berikut adalah rincian volume penjualan berbagai produk turunan kelapa sawit yang dihasilkan oleh perusahaan hingga kuartal ketiga tahun 2025:
- Minyak goreng sawit mencatatkan volume penjualan sebesar 274.630 ton.
- Produk Stearin mencapai volume penjualan sebanyak 165.731 ton.
- Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil inti sawit terjual sebanyak 44.577 ton.
- Produk Fatty Acid atau asam lemak mencatat volume sebesar 46.196 ton.
- Glycerine atau gliserin membukukan volume penjualan sebanyak 15.686 ton.
Secara kumulatif, total pendapatan bersih yang dikantongi perusahaan dari seluruh segmen usaha, termasuk industri gula dan pengolahan minyak goreng, mencapai angka Rp12,47 triliun per September 2025.
Performa keuangan yang solid ini membuahkan laba bruto sebesar Rp2,42 triliun, sementara laba usaha yang berhasil diamankan oleh manajemen perseroan tercatat berada pada posisi Rp1,62 triliun.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami kenaikan menjadi Rp618,2 miliar, mencerminkan efisiensi operasional yang dijalankan oleh perusahaan sepanjang periode Januari hingga September 2025.
Posisi aset PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) pada akhir September 2025 berada di level Rp23,19 triliun, yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp9,06 triliun serta aset tidak lancar.
Pihak manajemen mengelola liabilitas atau kewajiban total sebesar Rp15,82 triliun, sementara struktur permodalan atau ekuitas perusahaan tercatat menguat ke angka Rp7,37 triliun pada periode laporan keuangan yang sama.
Informasi mengenai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya menunjukkan posisi finansial yang sehat, di mana nilai tersebut mencapai Rp5,66 triliun sebagai cadangan kekuatan modal internal bagi pengembangan bisnis.
Keberhasilan menjaga volume penjualan minyak sawit mentah di angka 296 ribu ton membuktikan daya saing produk perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar bahan pangan maupun sektor industri energi terbarukan.
Perseroan mengelola integrasi rantai pasok dari perkebunan hingga pabrik pengolahan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga, sehingga mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan serta memperluas jangkauan distribusi komoditas secara nasional.***