UIN Saizu menyelenggarakan webinar nasional untuk membahas pengelolaan limbah cair pabrik sawit sesuai regulasi terbaru. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli dan diikuti mahasiswa serta praktisi lingkungan.
Arsad Ddin
15 Juli 2025UIN Saizu menyelenggarakan webinar nasional untuk membahas pengelolaan limbah cair pabrik sawit sesuai regulasi terbaru. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli dan diikuti mahasiswa serta praktisi lingkungan.
Arsad Ddin
15 Juli 2025
Purwokerto, HAISAWIT – Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) menggelar Webinar Ecoliteracy Seri-2 pada akhir Juni 2025. Kegiatan ini membahas pengelolaan limbah cair sawit sesuai regulasi terbaru.
Webinar nasional tersebut menghadirkan Dalili Ghaisani, Environmental Consultant dari PT Global Solusi Prima, sebagai narasumber utama. Diskusi dipandu oleh Gangsar Edi Laksono selaku Koordinator Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Saizu.
Dalam paparannya, Dalili menjelaskan pentingnya memahami data teknis sebelum menyusun dokumen pengelolaan air limbah sektor industri, termasuk sawit.
“Penyusunan dokumen Pertek tidak cukup hanya memahami regulasi administratif. Penyusun juga harus mampu membaca data teknis secara akurat dan menyusun strategi pengelolaan yang sesuai dengan karakteristik sektor industri masing-masing,” ujar Dalili, dikutip dari laman UIN Saizu, Selasa (15/07/2025).
Selain memaparkan regulasi seperti PP No. 22 Tahun 2021 dan Permen LHK No. 5 Tahun 2021, Dalili juga menyajikan studi kasus limbah cair industri kelapa sawit dan pertambangan.
Webinar ini juga menjadi bagian dari implementasi matakuliah Pengelolaan Air Limbah. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, dosen, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dari berbagai daerah.
Gangsar Edi Laksono dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangannya tentang pentingnya pendekatan praktis.
“Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menyusun dokumen lingkungan yang bermutu dan sesuai kebutuhan industri. Inilah semangat kami dalam membangun masa depan berkelanjutan,” ujar Gangsar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan peserta lainnya mempelajari langkah teknis, seperti analisis debit air limbah hingga pemilihan teknologi pengolahan. Semua materi mengacu pada standar dan regulasi terbaru yang berlaku di Indonesia.
Webinar ini juga mengusung tagline #BukaJalanMasaDepan dan #ScienceForHarmony sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kapasitas akademik generasi muda di bidang pengelolaan lingkungan.***