
Gambar Ilustrasi TBS Dalam Truk Berlatar Belakang Lahan Sawit
Jakarta, HAISAWIT – Provinsi Bengkulu mencatatkan kontribusi penting dalam peta komoditas perkebunan nasional melalui kepemilikan lahan kelapa sawit yang mencapai ratusan ribu hektar berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024.
Wilayah yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera ini memperlihatkan dominasi tanaman kelapa sawit dibandingkan komoditas unggulan lainnya, seperti kopi dan karet, yang selama ini menjadi sandaran ekonomi masyarakat di Bumi Rafflesia.
Dilansir dari laman bps.go.id, Minggu (08/02/2026), luas tanaman perkebunan kelapa sawit di Provinsi Bengkulu pada tahun 2024 mencapai 424,53 ribu hektar, menjadikannya salah satu penyumbang utama luas lahan kelapa sawit nasional.
Jika dibandingkan dengan data nasional, total luas perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia berada pada angka 16.005,06 ribu hektar, yang mencakup perkebunan rakyat serta perkebunan besar milik negara maupun swasta.
Bengkulu memiliki posisi yang unik di wilayah Sumatera karena luas lahannya bersaing ketat dengan beberapa provinsi tetangga dalam lingkup regional bagian barat Indonesia dalam pemutakhiran data statistik perkebunan tahun ini.
Berikut adalah perbandingan luas lahan kelapa sawit Bengkulu dengan beberapa provinsi lain di Pulau Sumatera menurut data sementara yang dirilis oleh pihak kementerian dan lembaga terkait:
- Luas lahan sawit Provinsi Sumatera Barat tercatat sebesar 448,82 ribu hektar.
- Luas lahan sawit Provinsi Aceh berada pada angka 470,08 ribu hektar.
- Luas lahan sawit Provinsi Lampung mencapai angka 200,18 ribu hektar.
Data tersebut menunjukkan bahwa posisi Bengkulu secara administratif melampaui capaian Provinsi Lampung, meskipun secara geografis luas wilayah keseluruhan Provinsi Lampung jauh lebih besar daripada wilayah administratif Provinsi Bengkulu.
Struktur perkebunan di Bengkulu saat ini memang sangat didominasi oleh kelapa sawit, sementara komoditas perkebunan lainnya masih berada pada angka di bawah seratus ribu hektar menurut laporan survei perusahaan perkebunan.
Rincian luas lahan komoditas selain kelapa sawit di Provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut:
- Luas lahan tanaman karet tercatat sebesar 88,15 ribu hektar.
- Luas lahan tanaman kopi mencapai angka 91,23 ribu hektar.
- Luas lahan kelapa hanya sebesar 8,76 ribu hektar.
Ketimpangan luas antara kelapa sawit dengan tanaman perkebunan lain memberikan gambaran jelas mengenai fokus penggunaan lahan produktif di wilayah tersebut yang lebih mengutamakan pengembangan tanaman penghasil minyak kelapa sawit.
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menyebutkan bahwa angka 424,53 ribu hektar merupakan hasil pengolahan data sementara yang masih dapat mengalami penyesuaian hingga data final diterbitkan secara resmi.
Penyusunan data ini melibatkan kerja sama lintas sektoral antara BPS dengan instansi daerah guna memastikan akurasi data luas tanam yang menjadi basis pengambilan kebijakan dalam industri sawit di masa mendatang.
Capaian luas lahan ini menempatkan Bengkulu sebagai bagian dari ekosistem industri sawit nasional yang berkontribusi pada pemenuhan pasokan bahan baku minyak goreng serta produk turunan kelapa sawit untuk pasar domestik.
Meskipun secara angka masih jauh di bawah Provinsi Riau yang mencapai jutaan hektar, keberadaan lahan di Bengkulu tetap menjadi pilar kekuatan ekonomi lokal bagi ribuan petani sawit di sana.
Statistik ini menjadi rujukan utama bagi para pelaku usaha serta pemangku kepentingan dalam memetakan potensi produksi serta ketersediaan pabrik pengolahan kelapa sawit yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota Bengkulu.
Keberhasilan Bengkulu dalam mengelola 424 ribu hektar lahan ini menjadi catatan penting dalam perjalanan industri perkebunan Indonesia, khususnya dalam menjaga keberlanjutan produksi komoditas ekspor unggulan negara di pasar global.***