PT Agrina Sawit Perdana (ASP) Catat 1.000 Pelamar di Hari Pertama POCE 2024: Bukti Antusiasme Talenta Muda

PT Agrina Sawit Perdana (ASP) saat ini telah mengelola 12 kebun kelapa sawit dengan luas tertanam mencapai ±50.000 hektare yang tersebar di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

BERITA HAI SAWIT EVENT

Sahnia Mellynia

18 Oktober 2024
Bagikan :

Medan, HAISAWIT — PT Agrina Sawit Perdana (ASP), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi dari hulu ke hilir, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Palm Oil Career Expo (POCE) 2024. Menurut ASP, event ini menjadi momentum strategis dalam mempertemukan dunia industri sawit dengan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap kerja.

Group Head Human Resources, Bapak Armadi Vincentius menyampaikan “POCE ini sangat luar biasa. Dalam satu hari saja, lebih dari 1.000 calon pelamar telah mendaftar ke sistem online kami dimana sekitar 800 orang fresh graduate dan hampir 200 orang dengan pengalaman kerja. Ini tentu sangat membantu kami dalam proses hiring secara cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

PT Agrina Sawit Perdana (ASP) saat ini telah mengelola 12 kebun kelapa sawit dengan luas tertanam mencapai ±50.000 hektare yang tersebar di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. ASP juga mengoperasikan 5 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas masing-masing 60 hingga 75 ton TBS per jam, serta sedang membangun 2 PKS tambahan untuk memperkuat kapasitas produksi dan efisiensi distribusi hasil panen.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia, ASP melihat POCE sebagai ruang pertemuan strategis antara kebutuhan industri dan potensi besar generasi muda Indonesia. “Kami sangat terbuka terhadap anak-anak muda. Di ASP, kami tidak langsung menilai dari pengalaman semata, melainkan dari daya juang, motivasi, dan nilai tanggung jawab yang dibawa oleh setiap individu. Kami percaya bahwa generasi muda saat ini memiliki akses informasi dan kemampuan adaptasi yang jauh lebih luas dibanding generasi sebelumnya,” jelas Armadi.


ASP tidak hanya merekrut tenaga kerja, tetapi juga membentuk mereka menjadi insan profesional melalui proses seleksi menyeluruh dan pendekatan berbasis nilai. Proses rekrutmen di ASP menitikberatkan pada tiga indikator utama yaitu Daya juang (endurance) sejauh mana seseorang mampu bertahan dan berkembang di lapangan, Minat dan pencapaian (interest & achievement) semangat belajar dan potensi pertumbuhan, serta Latar belakang keluarga yang membentuk karakter dan tanggung jawab.

Dalam pandangan ASP, perusahaan harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan bersikap lebih terbuka. “Sudah saatnya industri sawit mengubah cara berkomunikasi dengan generasi muda. Sampaikan realita apa adanya. Tidak perlu ditutup-tutupi, tapi tunjukkan bahwa kerja keras mereka akan dihargai, bahwa mereka punya ruang untuk berinovasi dan berkembang,” lanjutnya.

Terkait pelaksanaan POCE berikutnya, ASP menilai pemilihan Kota Medan sebagai lokasi POCE 2025 adalah langkah yang tepat. “Medan memiliki ekosistem sawit yang kuat. Masyarakatnya sudah sangat familiar dengan dunia perkebunan, dan ini menjadi fondasi yang bagus untuk kegiatan expo seperti ini,” ungkapnya.

ASP juga mendorong penyelenggara untuk memperluas cakupan POCE ke kota lain yang memiliki basis pendidikan sawit, seperti Yogyakarta, tempat berdirinya kampus seperti INSTIPER. “Di sana, banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia yang menerima beasiswa sawit dari BPDP. Akan sangat efektif jika POCE juga hadir di kampus-kampus tersebut, tentu dengan mempertimbangkan jadwal akademik seperti wisuda agar partisipasi mahasiswa lebih maksimal,” tambahnya.

PT Agrina Sawit Perdana (ASP) meyakini bahwa industri sawit Indonesia dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, adaptif terhadap tantangan global, dan tetap inklusif dengan membuka peluang bagi generasi muda sebagai penggerak masa depan industri.

Bagikan :

Artikel Lainnya