
Dok. YouTube Hai Sawit TV
Jakarta, HAISAWIT – Program Bincang Sawit Milenial pada 23 Agustus 2024 menghadirkan mahasiswa Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) guna membedah peluang beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) serta potensi karier luas.
Dua mahasiswa aktif asal Sumatera Selatan, Ikbal dan Ragil, berbagi pengalaman mengenai besarnya peran sektor perkebunan nasional. Mereka menjelaskan bagaimana pendidikan tinggi mampu mengubah nasib anak petani sawit melalui skema beasiswa penuh.
Ikbal yang merupakan mahasiswa program studi Proteksi Tanaman menjelaskan bahwa komoditas strategis ini memiliki posisi krusial bagi kehidupan sehari-hari masyarakat global. Hal tersebut melandasi kebanggaannya menekuni ilmu pengetahuan di bidang perkebunan.
“Jangan salah, kelapa sawit ini adalah cikal bakal energi masa depan. Sekarang sawit itu bisa jadi apa pun, dimulai dari kita bangun tidur sampai kita tidur lagi tidak terlepas dari produk-produk sawit.” ujar Ikbal, dikutip dari YouTube Hai Sawit TV, Minggu (15/02/2026).
Terkait prospek kerja, ia memaparkan keunggulan spesifik yang dimiliki kampus ITSI dalam menjembatani mahasiswa dengan dunia industri melalui kemitraan strategis. Hal ini memungkinkan serapan tenaga kerja berjalan sangat cepat bahkan sebelum kelulusan.
“Bahkan kalau di kampus kami sendiri, di Institut Teknologi Sawit Indonesia, itu perusahaan yang bakal datang open rekrutmen bahkan sebelum kami wisuda. Kembali lagi siapkan kompetensi.” ungkap Ikbal secara lugas.
Selain kepastian karier, para narasumber juga merinci beberapa komponen utama yang didapatkan oleh para penerima beasiswa pendidikan tersebut, antara lain:
- Biaya kuliah penuh hingga lulus.
- Uang saku bulanan dan biaya buku.
- Tiket pesawat keberangkatan dan kepulangan.
- Seragam dinas mahasiswa setiap tahun.
Proses seleksi beasiswa tersebut menuntut kedisiplinan tinggi, mulai dari pemenuhan kualifikasi administrasi yang ketat hingga tahapan wawancara krusial. Ragil menekankan pentingnya persiapan matang bagi anak petani agar berani mengambil kesempatan emas ini.
Ragil memberikan dorongan semangat kepada generasi muda di pelosok desa agar tidak ragu mengejar pendidikan tinggi. Ia meyakini bahwa keterbatasan ekonomi keluarga bukan lagi penghalang utama berkat kehadiran dukungan dana pemerintah tersebut.
“Jangan pernah takut, semua dari kita ini punya mimpi dan cita-cita yang sama, juga punya kesempatan yang sama tergantung diri kita sendiri mau bawa ke mana. Kelapa sawit disini hadir untuk membantu para anak-anak petani melalui BPDPKS, melalui beasiswanya.” pungkas Ragil.
Industri sawit kini menyediakan jenjang jabatan yang terstruktur mulai dari asisten lapangan hingga manajer tingkat atas. Mahasiswa dibekali kompetensi teknis dan manajerial melalui Praktik Kerja Lapang (PKL) di berbagai perusahaan besar nasional.
Keberadaan talenta muda berkualitas menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sektor kelapa sawit sebagai penyumbang devisa negara. Program beasiswa ini secara nyata memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) profesional guna memajukan perkebunan rakyat.***