
Dok. YouTube Hai Sawit TV
Jakarta, HAISAWIT – Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Dr. Ir. Gulat ME Manurung, M.P, mengajak generasi muda untuk menjaga kedaulatan komoditas unggulan nasional saat mengisi program Hai Podcast Sawit pada 4 Maret 2024.
Dalam diskusi tersebut, Gulat menjelaskan peran krusial kelapa sawit sebagai penopang utama ekonomi nasional yang mampu bertahan menghadapi guncangan krisis global, mulai dari masa resesi hingga situasi sulit akibat pandemi beberapa tahun lalu.
Gulat memaparkan fakta sejarah mengenai daya tahan ekonomi Indonesia yang tetap kokoh karena kontribusi nyata sektor perkebunan, terutama saat berbagai negara lain mengalami kemerosotan tajam akibat terhentinya aktivitas pasar internasional secara mendadak.
“Indonesia bisa bangkit dan berlari lebih cepat dari berbagai keterpurukan dunia, itu tidak lain dan bukan karena sawit.” ujar Gulat, dikutip dari YouTube Hai Sawit TV, Senin (09/02/2026).
Potensi besar ini menjadi alasan utama mengapa masyarakat harus memiliki rasa bangga terhadap produk lokal yang menjadi rebutan pasar global. Gulat memperingatkan bahaya jika Indonesia abai terhadap masa depan komoditas strategis ini.
“Sawit adalah peluang terakhir. Kalau sawit juga tumbang, maka selesailah. Sadarlah bahwa sawit itu adalah kita, Indonesia tanpa sawit tidak ada apa-apanya.” ujarnya dalam sesi bincang yang diikuti oleh berbagai kalangan praktisi serta pengamat perkebunan nasional tersebut.
Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah menyediakan berbagai program penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Hingga saat ini, tercatat ribuan alumni beasiswa pendidikan yang tersebar dari wilayah Aceh hingga Papua.
- Sektor kelapa sawit melibatkan sekitar 17 juta petani dan pekerja.
- Lahan petani rakyat mencakup 41 persen dari total luas perkebunan nasional.
- Indonesia merupakan produsen sekaligus pengonsumsi minyak sawit mentah terbesar dunia.
Peran milenial sangat krusial dalam menghadapi kampanye negatif dari negara produsen minyak nabati lain. Regenerasi pekebun serta penerapan praktik budidaya yang ramah lingkungan menjadi kunci utama bagi kelangsungan industri hijau di masa depan.
“Saya mengajak kepada anak-anak kami milenial di mana pun anda berada, ayo kita bersama menjaga dan meningkatkan sawit tentu dengan kaidah-kaidah sustainability.” ujarnya guna memberikan dorongan semangat kepada para peserta didik serta praktisi muda perkebunan.
Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) menjadi acuan dalam memperbaiki tata kelola dari hulu hingga hilir. Upaya ini mencakup peningkatan produktivitas melalui peremajaan tanpa melakukan pembukaan lahan hutan yang baru secara ilegal.
Data terbaru menunjukkan konsumsi domestik mencapai hampir separuh dari total produksi nasional. Kondisi ini memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan internasional sekaligus menjamin stabilitas ketersediaan bahan baku industri pangan dan energi di dalam negeri.***