
Dok. YouTube Hai Sawit TV
Jakarta, HAISAWIT – Head of Learning and Development PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk), Dodi Mulyanto, membedah luasnya peluang karir profesional pada sektor kelapa sawit melalui tayangan Hai Sawit Podcast di Jakarta.
Dodi menjelaskan bahwa industri kelapa sawit modern membutuhkan berbagai latar belakang keahlian dari hulu hingga hilir. Hal ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar global yang semakin dinamis.
Manajemen perusahaan mengelola program peningkatan kapasitas secara masif bagi seluruh jenjang jabatan. Dodi menjelaskan cakupan wilayah kerja pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang membentang luas dari ujung barat hingga ujung timur wilayah Indonesia.
“Program pengembangan di Sinarmas yang saat ini saya tangani adalah program pengembangan baik itu pelatihan yang sifatnya soft skill maupun technical skill untuk seluruh staf dari mulai Sumatera Utara sampai Papua.” ujar Dodi, dikutip dari YouTube Hai Sawit TV, Selasa (10/02/2026).
Pola pembinaan tersebut mencakup kurikulum berjenjang yang dirancang untuk membentuk pemimpin masa depan. Dodi menceritakan nilai historis dan manfaat besar yang diperoleh peserta saat mengikuti masa penggemblengan intensif pada pusat pelatihan perusahaan.
“Ikut pelatihan selama 3 bulan di kelas itu salah satu pengalaman yang sangat berharga bagi teman-teman yang punya kesempatan mengikuti program management training di perusahaan perkebunan.” terangnya saat memberikan motivasi bagi para talenta muda.
Perusahaan menyediakan jalur penerimaan yang beragam untuk menjaring kandidat terbaik secara inklusif. Mekanisme rekrutmen tersebut memprioritaskan kompetensi serta kemampuan adaptasi individu terhadap budaya kerja serta prosedur standar operasional perkebunan kelapa sawit nasional.
- Basic Management Development Program (BMDP) bagi lulusan sarjana.
- Program beasiswa pendidikan tinggi untuk pelajar berprestasi.
- Jalur pemagangan industri sebagai sarana pencarian bakat sejak dini.
Dodi berupaya menghapus stigma publik yang menganggap pekerjaan sektor sawit sebatas aktivitas lapangan saja. Ia menegaskan bahwa operasional korporasi memerlukan integrasi sistematis dari berbagai disiplin ilmu non-pertanian guna menjaga profitabilitas perusahaan.
“Berkarir di industri sawit itu tidak hanya tentang perkebunan loh, ternyata ada teknologi, ada accounting, dan lain sebagainya, finance begitu.” ungkapnya guna memberikan gambaran komprehensif mengenai ekosistem industri yang multifaset.
Transformasi digital kini menjadi bagian tidak terpisahkan dalam monitoring lahan serta pelaporan keuangan perkebunan. Penggunaan teknologi terkini seperti sistem kultur jaringan ramet juga menjadi bukti nyata bahwa inovasi sains sangat dominan dalam operasional hulu.
Kebutuhan tenaga ahli akuntansi dan teknologi informasi tercatat meningkat seiring dengan perluasan unit bisnis hilir. Fokus pengembangan SDM tetap berpijak pada efisiensi kerja serta penguasaan data teknis untuk mendukung keberlanjutan industri nasional.***